Pages

Pages - Menu

Wednesday, May 11, 2016

METODE SAW DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DAN KASUS PENERAPANNYA

1. Pengertian dan Konsep

Metode dalam Sistem Pendukung Keputusan salah satunya bisa menggunakan metodeSAW ( Simple Additive Weighting Method ), metode ini dikenal sebagai metode penjumlahan terbobot.
  • Metode ini memiliki konsep dasar dalam mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap  alternatif dari semua atribut.
  • Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) kesuatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.
  • Formula untuk melakukan normalisasi tersebut adalah sebagai berikut:

  • dengan rij adalah rating kinerja ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut Cj;
    i=1,2,...,m dan j=1,2,...,n.
  • Nilai preferensi untuk setiap alternatif (Vi) diberikan sebagai berikut
  • Nilai Vi yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif Ai lebih terpilih

2. Contoh Kasus SAW:

- Suatu sekolah akan menyeleksi siswa yang terbaik
- Ada 4 Kriteria yang akan di seleksi yaitu 
  • C1 = Nilai Prestasi Akademik
  • C2 = Nilai Prestasi Siswa
  • C3 = Nilai Prestasi Kepribadian
  • C4 = Nilai Prestasi Pendidikan
Yang masing masin setiap kriteria di beri bobot 25 % 
  • C1 = 25 % = 0.25
  • C2 = 25 % = 0.25
  • C3 = 25 % = 0.25
  • C4 = 25 % = 0.25
Ket
Bobot kriteria di sesuaikan untuk kasus di atas agar mempermudah perhitungan

Data yang akan di seleksi adalah sebagai berikut :
Langkah Penyelesaian SAW :
  1. Menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan,yaitu Ci.
  2. Menentukan rating kecocokan setiap alternative pada setiap kriteria.
  3. Membuat matriks keputusan berdasarkan kriteria (Ci), kemudian melakukan normalisasi  matriks berdasarkan  persamaan  yang  disesuaikan  dengan jenis atribut (atribut keuntungan ataupun atribut biaya) sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R.
  4. Mencari  nilai  alternatif  yaitu  penjumlahan  dari  perkalian  matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai alternatif (Ai).
STEP 1 :

Langkah pertama dalam metode SAW adalah membuat matriks keputusan setiap alternative terhadap setiap atribut X. sbb 

Dimana Xij merupakan rating kinerja alternative ke-i terhadap atribut ke-j, sehingga di peroleh matriknya


STEP 2 :

Menentukan  nilai  bobot  yang  menunjukkan  tingkat kepentingan relatife setiap atribut,diberikan sebagai, W :

W =  [W1 W2  …..  Wn] 

STEP 3:

melakukan proses  normalisasi  matriks keputusan(X)  ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Matriks ternormalisasi R diperoleh dari persamaan :

Rij =                                xij                        
(Max xij) jika j adalah atribut keuntungan 




Dari forumula di atas dapat di peroleh matrik ternormalisasi R, sebagai berikut :


STEP 4:

Langkah keempat proses perangkingan dengan menjumlahkan setiap alternatif dari matriks ternormalisasi R setiap baris di kalikan bobot W 

Ai = (Rij * w1) + (Rij * w2) + (Rij * wn)



A1  ={(0,944)(0,25)+(0,943)(0,25)+(0,987)(0,25)+(1,000)(0,25)} 
=  0,968
A2  ={(0,944)(0,25)+(0,932)(0,25)+(0,987)(0,25)+(0,965)(0,25)} 
= 0,957  
A3  ={(0,922)(0,25)+(0,943)(0,25)+(0,975)(0,25)+(0,953)(0,25)} 
=  0,948
A4  ={(0,922)(0,25)+(0,932)(0,25)+(0,975)(0,25)+(0,935)(0,25)} 
= 0,945
A5  = {(0,88)(0,25)+(0,921)(0,25)+(0,975)(0,25)+(0,953)(0,25)} 
=  0,934
A6  = {(0,933)(0,25)+(0,966)(0,25)+(0,987)(0,25)+(0,965)(0,25)} 
= 0,963  
A7  = {(0,933)(0,25)+(0,966)(0,25)+(0,987)(0,25)+(0,953)(0,25)} 
=  0,963
A8  = {(0,911)(0,25)+(0,977)(0,25)+(0,987)(0,25)+(0,965)(0,25)} 
= 0,960
A9  = {(0,955)(0,25)+(0,943)(0,25)+(0,975)(0,25)+(0.976)(0,25)} 
=  0,962
A10  = {(1,00)(0,25)+(1,000)(0,25)+(0,987)(0,25)+(1,000)(0,25)} 
= 0,991  
A11  = {(0,966)(0,25)+(0,943)(0,25)+(0,987)(0,25)+(0,988)(0,25)} 
=  0,985
A12  = {(0,955)(0,25)+(0,943)(0,25)+(0,987)(0,25)+(0,976)(0,25)} 
= 0,965 
A13  = {(0,933)(0,25)+(0,943)(0,25)+(0,987)(0,25)+(0,965)(0,25)} 
=  0,960
A14  = {(0,888)(0,25)+(0,955)(0,25)+(0,987)(0,25)+(0,953)(0,25)} 
= 0,937 
A15  = {(0,977)(0,25)+(0,898)(0,25)+(1,000)(0,25)+(0,987)(0,25)} 
=  0,966

Jadi dari data  dapat di putuskan siswa terbaik dengan nilai 0.991257.

Ya seperti itulah untuk metode SAW dalam sistem pendukung keputusan, untuk implementasinya kdelam program akan di bahas di artikel berikutnya.

Sekian dan terima kasih.......

PEMROGRAMAN DELPHI DENGAN CONTOH KASUS

            Dalam penerapan pemrograman Delphi tidaklah lepas dari Teori maupun Praktek serta beberapa Contoh kasus yang sering dihadapkan pada kehidupan sehari-hari. Sebelum melakukan kegiatan praktek ada kalanya kita harus mengetahui bagian – bagian dari program itu sendiri, namun dalam hal ini saya hanya membahas sedikit bagian-bagian yang terkandung dalam komponen pallete.


   *Jendela Objeck Interview adalah jendela yang berisi seluruh nama objeck yang digunakan dalam proyek. 

Gambar 1.0 Jendela Objeck  Interview
*    *Jendela Objeck Inspector adalah jendela yang berfungsi untuk merubah segala kejadian pada suatu objeck.
Gambar 2.0 Jendela Objeck Inspector

    *Jendela form adalah jendela yang merancang antarmuka / Objek (tampilan yang dihadapi ketika program dijalankan).
Gambar 3.0 Jendela Form
·         Componen Pallete yaitu jendela yang berisi komponen-komponen Objeck yang diletakkan pada formulir.

Gambar 4.0 Componen Pallete
CONTOH KASUS 
PENGGUNAAN  IF… THEN… ELSE

Ø  Buatlah Program Nilai Akhir Mahasiswa dengan menggunakan Procedure IF..THEN..ELSE ,dengan ketentuan :
§  Nilai Absen =10%
§  Nilai Tugas = 15%
§  Nilai UTS = 25%
§  Nilai UAS = 50%
À      Saat pertama kali membuka Delphi  akan tampak tampilan yang berupa form yang mana form tersebut adalah area untuk bekerja. Lihat gambar dibawah ini.
À  Setelah memperhatikan komponen-komponen pallete maka anda dapat memberikan Label (berupa keterangan).edit(data yang akan diimput) dan Button merupakan bagian dari pemrosesan kode  program agar program dapat berjalan (Run)

À      Kemudian buatla nama nam program yang hendak dijalankan baik dari label,Edit maupun tabel
À    Catatan kecil: Untuk mengubah nama Label,Button maupun edit diambil dari Caption pada objeck Inspecktor
À     
Untuk mengubah ukuran,warna, jenis huruf maupun ketebalannya dapat dilihat dari Objeck Inspecktor pada property ( font ), tetapi terlebih dahulu aktifkan Edit,Label maupun button yang hendak diubah.

*Setelah kita menyusun kata perkata yang ada pada label,Edit maupun button,kemudian kita klik button proses. Button proses adalah otak dari setiap kode program yang hendak dijalankan.Berikut tampilan awal yang muncul (klik button proses 2kali).
Pada button proses masukkan  data yang akan diimput maupun data yang akan di proses
Contoh:
Var
nabsen,ntugas,nuts,nuas:integer;
nhuruf:char;
nakhir:real;
begin
nabsen≔strtoint(edit1.text);
ntugas≔strtoint(edit2.text);
nuts≔strtoint(edit3.text);
nuas≔strtoint(edit4.text);
begin
if (nakhir > = 80) and (nakhir <= 100) then
nhuruf≔’A’
else
if (nakhir > = 70) and (nakhir <= 89) then
nhuruf≔’B’
else
if (nakhir > = 60) and (nakhir <= 69) then
nhuruf≔’C’
else
if (nakhir > = 50) and (nakhir <= 59) then
nhuruf≔’D’
else
if (nakhir > = 40) and (nakhir <= 49) then
nhuruf≔’E’
else
if (nakhir > = 0) and (nakhir <= 39) then
nhuruf≔’F’
end;
edit5.text≔nhuruf;
edit6.text≔floattostr(nakhir);
end;
end.



À      maka akan tampak seperti yang ada pada gambar dibawah ini;
À      Untuk mengaktifkan Button Close (klik Button close dua kali) masukkan kode programnya.
Contoh:
Procedure……
Begin
   Close;
End;
End.
À      Berikut tampilan yang akan tampak pada Button New data
À      Setelah listing  program selasai maka program dapat di jalankan (RUN) dan inputlah nilai absen,tugas,uts dan uas kemudian  klik button Proses maka akan tampak tampilan sebagai berikut:
À      Jika anda mengklik Button New Data maka data yang anda imput akan di hapus guna untuk mengimput data baru. Berikut tampilan interfacenya;

Demikianlah Artikel Saya, Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua!!!

Rumus Microsoft Excel

Jika Anda sering menggunakan aplikasi Microsoft Excel baik yang 2003, 2007 maupun yang versi terbaru, maka pasti Anda sudah tidak asing lagi menggunakan rumus-rumus Microsoft Excel yang ada dalam aplikasi tersebut. Nah sekarang pertanyaannya adalah bagaimana jika Saya seorang pemula?, bagaimana jika Saya masih belum pernah Belajar Komputer?, bagaimana jika Saya masih belum tau sama sekali membuka aplikasi pengolahan data Microsoft Excel seperti yang akan dijelaskan sekarang ini.? Tidak perlu khawatir kawan, sekarang Anda juga akan bisa mengaplikasikan rumus-rumus dalam Microsoft Excel karena panduan Belajar Microsoft Excel ini disertai dengan contoh dan gambar yang akan memudahkan Anda untuk mempraktekkannya. Baiklah tanpa harus panjang lebar, sekarang langsung Kita masuk ke materi pembahasan mengenai rumus Microsoft Excel, simak dengan baik ya kawan.

Microsoft Office Excel memang dikenal dengan penggunaan rumus-rumus atau formula dalam lembar kerjanya. Penggunaan rumus yang efektif akan memudahkan Anda dalam membuat laporan pekerjaan dengan menggunakan MS Excel. Formula atau rumus MS Excel adalah keunggulan tersendiri untuk aplikasi ini, dengan kemampuannya dalam mengolah data melalui perhitungan matematis yang sangat beragam fungsinya.

Setiap rumus di dalam MS Excel memilik fungsi tersendiri. Oleh karena itu Anda harus benar-benar memahami masing-masing fungsi dasarnya agar penggunaan rumus dalam MS Excel bisa lebih maksimal dan efisien. Jika telah paham fungsi dasarnya, Saya rasa Anda bisa berkreasi dalam meracik rumus yang sesuai dengan kebutuhan data Anda.

Cara Menulis Rumus Excel

Sebelum mengenal  rumus-rumus excel 2007, hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah bagaimana menuliskan rumus excel agar bisa benar. 
Cara 1: Menulis rumus dengan mengetikkan angka langsung
  1. Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil rumus akan ditampilkan 
  2. Pada formula bar, ketikkan = 5000000+3500000, lalu tekan tombol enter.
Note : Menulis rumus dengan cara ini cukup mudah kalau rumusnya sederhana dan pendek serta angkanya tetap.
Cara 2: Menulis rumus dengan menggunakan alamat sel
  1. Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil rumus ditampilkan 
  2. Pada formula bar, ketikkan = C4+C5, lalu tekan tombol enter.
Note : Menulis rumus dengan cara ini sangat bermanfaat jika datanya sering berubah.
Cara 3: Menulis rumus dengan bantuan mouse
  1. Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil rumus akan ditampilkan
  2. Ketikkan = , kemudian pilih dan klik sel C4
  3. Ketik +, kemudian pilih dan klik sel C5
  4. Tekan tombol enter
Note : Menulis rumus dengan cara ini sangat dianjurkan karena memperkecil kemungkinan salah ketik alamat sel.
Nah... bagaimana mudah bukan cara menuliskan rumus excel, jika Anda sudah mahir dalam menuliskannya sekarang mari Kita lanjutkan pembahasannya. 

Operator Matematika yang Sering Digunakan (Rumus Dasar)

Rumus merupakan bagian terpenting dari Program Excel ini, karena setiap tabel dan dokumen yang Kita ketik akan selalu berhubungan dengan rumus dan fungsi. MS Excel memang sangat diunggulkan dalam menampung data-data yang bersifat numerik. Maka dari itu, di dalam MS Excel pun terdapat Operator dasar Matematika dan ini biasanya disebut sebagai rumus standar. Operator matematika yang akan sering digunakan dalam Rumus Microsoft Excel adalah sebagai berikut:

No
Operator
Fungsi
Contoh Penggunaan
1
+ (ikon plus)
Penjumlahan
=A1+A2
2
- (ikon minus)
Pengurangan
=A3-A4
3
* (ikon bintang)
Perkalian
=A5*A6
4
/ (ikon garis miring)
Pembagian
=A7/A8
5
^ (ikon caret)
Pangkat
=A9^2 (angka berapapun yang berada di cell A9 akan dipangkat 2
6
% (ikon persen)
Prosentase
=A1*10% (gunakan sesuai dengan kebutuhan)
Tabel Operator Matematika (Rumus Dasar Excel)
Tidak usah bingung, sekarang perhatikan gambar tabel yang ada dibawah ini.

Penjelasan Gambar Tabel Diatas :
  1. Mengisi Kolom Diskon
  2. Untuk mengisi kolom diskon berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan. 
    • Klik pada kolom yang akan diisikan Diskon Rp. (pada contoh ini sel yang akan digunakan adalah G6, silahkan aktifkan kolom G6)
    • Awali dengan menuliskan "=" (setiap rumus excel harus diawali menggunakan operator = tanpa tanda kutip agar dikenali sebagai fungsi)
    • Kalikan kolom E6 dengan F6 untuk mengetahui hasil persennya, bentuk penulisannya adalah =E6*F6 
    • Kemudian tekan enter untuk mengetahui hasilnya, maka akan didapat angka 30,000 pada kolom G6 tadi (30,000 adalah 20% dari 150,000)
    • Untuk menghitung rumus Diskon Rp. selanjutnya, silahkan copy format dengan cara drag pada rumus yang sudah selesai dikerjakan kemudian tarik hingga kolom G15.
    Tips : Anda bisa langsung klik kolom yang akan dikalikan tanpa harus susah payah mengetik kolom yang akan dihitung satu persatu.
  3. Mengisi Total Bayar
  4. Nah setelah selesai mengisi kolom Diskon Rp. sekarang lanjutkan dengan mengisi kolom Total Biaya.
    • Klik pada kolom yang akan diisikan Total Bayar (pada contoh ini sel yang akan digunakan adalah H6, silahkan aktifkan kolom H6)
    • Awali dengan menuliskan "=" (setiap rumus excel harus diawali menggunakan operator = tanpa tanda kutip agar dikenali sebagai fungsi)
    • Pada kolom H6 Kurangkan kolom Biaya (E6) dengan kolom Diskon Rp. (G6)  untuk mengetahui hasil pengurangannya, bentuk penulisannya adalah =E6-G6 
    • Kemudian tekan enter untuk mengetahui hasilnya, maka akan didapat hasil 120,000 pada kolom Total Bayar yang pertama.
    • Untuk menghitung rumus Total Bayar selanjutnya, silahkan copy format dengan cara drag pada rumus yang sudah selesai dikerjakan kemudian tarik hingga kolom H15.

Tips : Untuk melanjutkan mengisi kolom jumlah di bawahnya (kolom H7 dst), kita cukup memblok cell yang telah berisi rumus operator perkalian, arahkan kursor ke pojok kanan bawah cell/kolom. Tunggu hingga kursor berubah menjadi ikon (+). Setelah itu, click dan tahan lalu drag/geser ke bawah. Dengan demikian, kita telah meng-copy rumus tadi dan telah disesuaikan perubahannya untuk kolom yang akan dikalikan lagi.

Mengenal Fungsi atau Rumus Microsoft Excel

Setelah mengenal Tipe Data Microsoft Excel, dan bisa memulai menggunakan aplikasi excel sekarang Kita coba bahas rumus excel yang sering digunakan dalam dunia kerja atau administrasi perkantoran.

1. Fungsi Average


Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah ;

=AVERAGE(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data yang akan dicari nilai rata-ratanya. Misalnya untuk mengisi nilai rata-rata dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =AVERAGE(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.



2. Fungsi Sum

Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada suatu range. Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah =SUM(number1, number2,…). Dimana number1, number2 dan seterusnya adalah range data yang akan dijumlahkan. Misalnya untuk menjumlahkan range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =SUM(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.

3. Fungsi Max
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah ;
=MAX(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Misalnya untuk mencari nilai maksimal dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =MAX(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.

4. Fungsi Min
Fungsi Min adalah kebalikan dari fungsi Max, jika fungsi Max untuk mencari nilai tertinggi atau maksimal maka Min adalah untuk mencari nilai terkecil atau minimum dari sekumpulan data numerik. Bentuk umum penulisannya adalah ; 
=MIN(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Sebagai contoh untuk mencari nilai terendah dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =MIN(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.

5. Fungsi Count
Fungsi Count digunakan untuk menghitung jumlah data dari suatu range yang kita pilih. Bentuk umum penulisannya adalah ; 
=COUNT(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dihitung jumlah datanya. Sebagai contoh untuk menghitung jmlah data dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =COUNT(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.

6. Fungsi Logika IF
Fungsi ini digunakan jika data yang dimasukkan mempunyai kondisi tertentu. Misalnya, jika nilai sel A1=1, maka hasilnya 2, jika tidak, maka akan bernilai 0. Biasanya fungsi ini dibantu oleh operator relasi (pembanding) seperti berikut:
Lambang Fungsi
= Sama dengan
< Lebih kecil dari
> Lebih besar dari
<= Lebih kecil atau sama dengan
>= Lebih besar atau sama dengan
<> Tidak sama dengan
Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah ;
=IF(logical_test,value_if_true,value_if_false), artinya kalau ekspresi logika (logical_test) bernilai benar, maka perintah pada value_if_true akan dilaksanakan, jika salah, maka perintah pada value_if_false yang akan dilaksanakan. Perhatikan contoh berikut:
Contoh logika IF
Contoh logika IF
Kolom keterangan diisi dengan ketentuan, jika kolom TANDA sama dengan K, maka keterangannya KAWIN, jika tidak, maka keterangan berisi TIDAK KAWIN. Ini dapat diselesaikan dengan rumus =IF(C3=”K”, “KAWIN”,”TIDAK KAWIN”). Pada rumus diatas Kita lihat bahwa jika datanya bertipe Teks/alpha numerik harus diapit oleh tanda kutip dua, lain halnya dengan tipe data numerik, tidak boleh menggunakan tanda kutip. Nah sekarang bagaimana jika ada beberapa kondisi/bertingkat (IF Bertingkat) seperti pada kasus nilai mahasiswa. Tidak perlu khawatir, langsung saja perhatikan gambar diatas pada tabel sebelah kanan. =IF(H3>=81,"A",IF(H3>=66,"B",IF(H3>=56,"C",IF(H3>40,"D","E")))), hal yang sama juga bisa dilakukan untuk mengisi kolom keterangan, dengan ketentuan, Jika nilai hurufnya sama dengan “A” maka keterangan “SANGAT MEMUASKAN, jika “B” maka “MEMUASKAN”, jika “C”, maka “CUKUP”, dan jika “D” maka bernilai “KURANG”, selain dari itu, maka bernilai “GAGAL”. Nah sekarang sudah paham kan bagaimana cara menggunakan fungsi IF, sekarang langsung dipraktekkan deh supaya tidak lupa. Semoga Tutorial Belajar Microsoft Excel kali ini bisa membantu rekan-rekan sekalian